Senandika "Merayakan Patah Hati" oleh Dwi Suryani


Merayakan Patah Hati

Oleh Dwi Suryani

Selamat malam, diri sendiri. Masih betah terus saja menyesap sepi? Atau kau mencoba membunuh diri dengan meremukkan hati?

Merayakan patah hati setiap hari, terpuruk dalam sepi yang membantai di sela kekosongan hati. Mengapa hati ini terus saja memujanya, sedang otak tau itu membuat luka kian menganga.

Hati ... tak bisakah kau bergeser lalu mencintai yang lain? Menawankan sisa cinta yang masih ada di sela-sela jahitan luka.

Dia sudah merayakan bahagia dengan yang lainnya, sedang kau? Kau masih sendiri dan terus merayakan patah hati.

Wahai diri ... sadarlah! Tuhan masih menunggu sujud-sujudmu. Lantunan doa dan tangismu di setiap waktu, meskipun itu palsu.

Merayakan patah hati. Itulah yang kulakukan kini. Terus memercayakan hati, meski selalu diinjak dan diremukkan. Lagi.

Cilacap, 15 Juli 2021