Prosa "Terima Kasih, Pakde Mark" oleh Dwi Suryani

Terima Kasih, Pakde Mark

Prosa by Dwi Suryani

Sejenak menatap langit yang bertabur bintang dan dihiasi bulan sabit yang melengkung indah persis seperti senyumanmu, Derana ...

Aku tersenyum melihatnya, ditambah lagi saat mendapat notifikasi pesan darimu yang ternyata mengirim di inbox grup. Hampir merungut, tetapi gagal setelah melihat pesanmu.

[Maaf, Derana nggak bisa koment dulu. Dihukum Markonah.] 

Dalam hati aku besorak dengan keras sambil tertawa. 'Kawus!!! Rasakno, salaeh kakean tebar pesona.' 

Akan tetapi, jemari ini mengetik pesan berbeda. Ah, aku kan emang hobinya modus, ya ngapain lagi kalau nggak balas pakai modus. 

[Cup ... cup ... cup, sabar, Sayang. Sini peluk.] 

Aku tau, pasti penghuni grup pada mbatin. "Huu, dasar cah gendeng!"

Derana, kamu nggak balas aku, tapi kamu meracau sendiri. Entah ngomongin apa. Jujur aja, aku nggak ngerti sebagian yang kamu omongin. Yang aku ngerti, aku cinta sama kamu. Dah itu aja!

Aku pun mau berterima kasih sama Pakde Mark udah bikin kamu ga ganjen lagi untuk beberapa saat, dan hatiku nggak akan amburadul untuk beberapa hari ke depan.

"Terima kasih, Pakde."