Founder Warna Literasi Menuliskan Sebuah Puisi untuk Sang Kekasih

WARNALITERASI - Trisakti Akbar atau kerap dikenal Try, Founder dari Komunitas Warna Literasi berhasil menerbitkan sebuah puisi prosais berjudul "Teruntuk Kekasih" dalam buku antologi puisi berjudul "Serumpun Sajak", bersama dengan puisi-puisi lainnya yang ia tulis bersama peserta acara "Event Nulis Bareng Bersama Kak Vania" yang diselenggarakan oleh Komunitas Ufuk Literasi.

Puisi tersebut bercerita tentang kebahagiaan dua orang yang merupakan pasangan kekasih, yang dikemas dengan diksi hingga menjadi sebuah karya yang indah. Puisi ini juga ia persembahkan untuk kekasihnya tercinta, Melani Setiawati, gadis belia asal Kabupaten Gowa yang telah menemaninya selama setahun lebih dan selalu memberikan semangat untuk terus menulis.

"Puisi ini saya persembahkan untuk Mey, pacar saya. Puisi ini bisa dibilang ungkapan hati saya yang saya tuangkan menjadi tulisan-tulisan hingga akhirnya menjadi sebuah karya," ucap Try.

Tak hanya itu, puisi ini juga bisa dikatakan cukup terbuka, bahkan sang penulis pun buka-bukaan hingga menyebut nama kekasihnya di dalam puisi yang ia tulis tersebut.

"Yah, puisi ini memang saya tuliskan untuk dia. Tidak apa-apa juga, sih, saya menyebut namanya untuk saya masukkan ke dalam tulisan saya. Bahkan mungkin bisa menjadi nilai plus karena saya bisa menambahkan namanya ke dalam buku itu," kata penulis muda itu.

Berikut adalah bunyi puisinya

Teruntuk Kekasih

Oleh : Trisakti Akbar

Teruntuk Meylani, sang kekasih dambaan hati. Senyum indah nan berseri, menambah sejuk hari-hari. Kasih sayang yang kau beri, membuat hidup menjadi berarti. Di hari yang sepi, kau warnai bagai pelangi. Di malam nan sunyi, kau hadir dalam mimpi. Hari kian berganti, rasa cinta kian menjadi-jadi. Kisah cinta yang kita lalui, seakan tak ingin kuakhiri.

Senang dan sedih, bersamamu duhai kekasih, kan kutuang di atas kertas putih. Di dalam hati berbisik lirih, ingin terus bersamamu kasih. Kutak ingin lebih, cukup disini dan jangan beralih. Kutak ingin lebih, hanya ingin hadirmu kasih. Tanpa hadirmu serasa perih. Tiada alasan tuk berdalih Kuucap terima kasih atas hadirmu kasih.

Makassar, 25 Februari 2021